«

»

Jun
10

Membuktikan Kelemahan & Kekurangan Bisa Menjadi Kekuatan Secara Nyata!

Sejak saya masih di bangku sekolah, masa kuliah yang singkat, dan bidang pekerjaan yang digeluti sejak  awal menjadi karyawan, hampir sebagian besar tidak ada hubungannya dengan komputer dan internet.

Saat sekolah dan kuliah di IKIP Jakarta, alat yang digunakan untuk mengetik hanyalah mesin ketik biasa yang berisik (itu juga hasil meminjam dari teman). Satu-satunya alat yang berhubungan dengan komputer cuma satu: cash register atau mesin kasir saat menjadi kasir di salah satu supermarket. Cash register itulah yang membuat saya penasaran untuk mencari tahu tentang komputer yang sebenarnya! Itu sekitar  awal tahun 2000.

Mau kursus gak punya duit (waktu itu kursus komputer mahal)…… mau pinjam ke teman…tidak ada yang punya juga! Akhirnya nekat masuk ke warnet yang saat itu sedang bermekaran dimana-mana meski tidak tahu sama sekali soal komputer!

Pertama masuk warnet: satu komputer nge-hang. Kedua kali masuk warnet: operator warnet dibikin repot bolak-balik karena sering dipanggil untuk ditanyai macam-macam. Ketiga kali masuk warnet: operator warnetnya langsung nanya; ” lu sebenernya ngerti komputer gak sih?!”. Lucu juga melihat ekspresi sang operator warnet.  Setelah tahu masalah yang saya miliki dan juga mengetahui keinginan kuat yang saya pendam, akhirnya sang operator warnet berkenan memberikan kursus gratisnya kepada saya, dengan catatan: Tidak boleh ngutang bayar warnet!

Itulah awal saya mengenal dunia komputer dan internet yang sebenarnya. Akhirnya saya punya kebiasaan, apalagi setiap habis gajian, saya sering mampir ke warnet-warnet yang berbeda dari keahlian yang berbeda pula. Sehingga saya sering mendapatkan ilmu-ilmu baru yang sebelumnya tidak saya ketahui. Terima kasih untuk abang dan mbak penjaga warnet yang baik hati, yang telah dengan berbesar hati melayani keinginan saya. Mudah-mudahan Alloh SWT membalas kebaikan-kebaikan yang telah abang & mbak berikan, Amiin.

Meski sekarang mereka banyak yang sudah beralih profesi, saya tidak akan pernah melupakan jasa-jasa mereka. Bahkan dalam beberapa kali pertemuan kembali dengan mereka yang masih bisa saya temui, keadaan menjadi terbalik: saya yang gantian menularkan pengetahuan yang saya miliki dari hasil ”wisata warnet ke warnet” dulu!

Apa inti pelajaran yang bisa didapat dari kisah saya di atas?

Awalnya saya bukan hanya lemah, tapi bahkan tidak tahu apa-apa soal komputer dan internet. Meski dengan sedikit nekat dan harus mengakui kekurangan saya di depan sang operator warnet, saya mendapatkan bantuan yang tidak diduga-duga hanya dengan mengatakan: “saya mau belajar komputer dan internet, tapi tidak punya uang lebih untuk kursus. Kalau dihitung-hitung saya cuma bisa ke warnet saja, itu juga nekat-nekatan klik sana-sini gak karuan. Gak apa-apa kan?”. Respon luar biasa akhirnya saya dapatkan dari hal sepele untuk menyatakan keinginan/kemauan untuk belajar di atas kekurangan yang saya miliki dan harus saya akui!

Sampai saat ini, kebiasaan itu tetap saya bawa untuk mewujudkan setiap keinginan saya, terutama selama proses peralihan saya dari seorang karyawan menjadi seorang wirausahawan mandiri. Alhamdulillah, keyakinan saya selalu terbukti, banyak hal penting saya dapat dari mengakui kelemahan-kelemahan saya, yang pada akhirnya justru menjadi kekuatan saya! Bahkan saya tak pernah memandang usia & status orang yang saya jadikan ”Guru” sebagai tempat saya belajar. Sebagai contoh, guru internet termuda saya saat itu adalah seorang anak muda kuliahan yang nyambi jadi tukang ngoprek script blog, sedangkan yang tertua adalah , kebetulan, seorang dosen pasca sarjana yang saat ini sudah menjadi dekan, itu pun ketemunya di salah satu bisnis jaringan yang pernah saya ikuti.

Pelajaran kisah saya di atas ternyata bisa saya terapkan dalam hal apapun saat saya dihadapkan pada sesuatu yang bagi saya sangat baru, asing, ataupun yang “samar-samar”. Salah satunya dibuktikan ketika saya diundang ke acara Business Opportunity Presentation (BOP) salah satu perusahaan asuransi terbesar yang merupakan perusahaan pertama di mana saya mengenal dunia perasuransian. Sebelumnya saya bahkan tidak tahu konsep sebenarnya tentang asuransi, yang saya tahu cuma: kalo sakit bisa pakai fasilitas asuransi dari kantor (red-waktu masih jadi karyawan), titik!

Ternyata belakangan saya sadari bahwa konsep asuransi tidak sesempit dan seseram yang banyak saya dengar sebelumnya. Bahkan pengetahuan saya mengenai perencanaan keuangan, pengalihan resiko, pengendalian resiko, dll, yang saya peroleh selama proses training, pelatihan, seminar, dan saat menangani client/nasabah asuransi bisa saya terapkan di berbagai bidang usaha yang saya jalani, bahkan untuk urusan pribadi sekalipun. Sering pula saya bagikan pengetahuan-pengetahuan tersebut kepada rekan-rekan pebisnis dan wirausahawan lainnya, baik berupa artikel, aplikasi, maupun review produk.

Jadi, tidak ada alasan lagi untuk bersedih hati atau bermuram durja atas kekurangan & kelemahan yang kita miliki. Asal ada kemauan: mau mengakui dan mengungkapkan kelemahan / kekurangan kita dengan berbesar hati, mau belajar & membuka diri, bersedia dan ikhlas memberi serta menerima bantuan yang diberikan oleh orang lain, maka insya Alloh kelemahan atau kekurangan kita tersebut bisa jadi adalah langkah awal Anda menjadi kuat.

Semoga bermanfaat.

 

Ade Supriyatna

Admin & Owner Wirausaha-Online.Com

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya :

5 comments

  1. Jefry says:

    Membaca judulnya saja sudah bisa membuat saya ikut termotivasi untuk terus berusaha dan tetap optimis sebab kelemahan tidak akan mampu menghalangi jalan kita dan mungkin akan menjadi sebuah kekuatan bagi kita untuk terus giat..
    nice post dan sukses selalu buat anda
    Jefry memiliki posting artikel terbaru :Bahan & Cara Membuat Sabun Mandi Transparan

  2. Amati Tiru Modifikasi says:

    Kekurangan kita adalah kekuatan kita. Itulah ciri orang yg cerdas secara emosional. Pengalaman saudara tidaklah jauh berbeda dgn saya yg pernah mengeluti bisnis jaringan dan belajar dari pengalaman alias otodidak \”Beyond School\”. Berat memang berpindah jadi orang \”Otak Kanan\” jika lingkungan dan pendidikan sdh membentuk mental kita jadi karyawan. Langsung \”bakar jembatan\” juga beresiko, lebih baik belajar step by step. Karena utk jd pengusaha, tdk cukup keinginan, tp jg kreativitas, intuisi dan motivasi pribadi. Bukan seberapa cepat dan banyak kita dapat uang, tapi seberapa lama kita jaya..! Yang penting pola pikir kita harus berubah, ihktiar, sedekah serta banyak bersyukur. Salam Suksess..!
    Amati Tiru Modifikasi memiliki posting artikel terbaru :10 Cara Meningkatkan Kecerdasan Emosi

    1. Admin says:

      Terima kasih atas kunjungan & tambahan informasinya. Salam sukses kembali untuk Anda!

  3. mardiyanto says:

    wah kayaknya mirip mirip nih dengan pengalaman saya kenal komputer dan internet, bahkan saya lebih parah karena kenal komputer baru dua tahun yang lalu karena dipicu pingin belajar internet, memang luar biasa daya tarik internet bagi kehidupan kita, karena sekarang internet sudah menjadi kebutuhan pokok untuk informasi.belajar komputer berawal dari baca baca buku pelajaran anak semasa sd lalu kenal cafebisnis dan coba coba bikin blog ehh..akhirnya keterusan deh, cuma untuk jadi wirausahawan mandiri kayaknya belum senekad anda, masih jadi orang upahan nih…sukses deh buat anda,,trims atas motivasinya…salam kenal
    mardiyanto memiliki posting artikel terbaru :Kontes SEO bulan Juni 2011 dari Acer

    1. Admin says:

      Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya Pak Mar, salam kenal juga. Memang benar, untuk menjadi wirausahawan mandiri itu mesti dengan perhitungan yg matang. Karena sesuai pengalaman saya, diperlukan mental yang tahan banting dan berani bersusah-susah dahulu, tapi jangan sampai nyusahin orang lain. Apalagi sampai urusan dapur diabaikan, bisa-bisa anak istri berlinang air mata karena kebutuhan pokoknya tidak dipenuhi, bisa dosa kita. Insya Alloh ke depannya saya pun akan membuat banyak postingan mengenai antisipasi terhadap resiko, termasuk antisipasi dan tolok ukur (H.Harmoko…? :mrgreen: …) disaat kita ingin memutuskan pindah kuadran menjadi seorang wirausaha mandiri. Salam sukses juga buat Bpk.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

CommentLuv badge